Thursday, 22 August 2013

BUDIDAYA BUAH MARKISA BESAR

Pengenalan Budidaya Markisa

Saat pulang kampung liburan kemarin tercium wangi khas bunga markisa, eh …ternyata datangnya dari pekarangan samping orang tua saya. Semenjak pensiun dari pegawai negeri sipil, orang tua saya gemar sekali berkebun.

Markisa besar yang juga disebut giant markisa spesies Passiflora quadrangularis L dan berasal dari Brazilia, Argentina, Paraguay.


Buah markisa yang sudah siap panen

Klasifikasi Markisa Besar
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Parietales
Suku : Passifloraceae
Marga : Passitlora
Jenis/ Spesies : Passiflora quadrangularis L., Granadilla buto
Nama Umum/dagang : Markisa
Nama daerah
Sumatera : Rubis (Palembang), Balewa (Melayu)
Jawa : Markusa (Sunda), Markisa (jawa)
Diluar Negeri sering disebur Giant Markisa, granadilla Buto


Deskripsi
Bentuk Daun dan sulur Markisa Besar

Markisa termasuk tanaman semak hidupnya menjalar panjang kuang lebih 10 m.
Ø Batang : Markisa mempunyai batang kecil, langsing, dan panjang sekali, bentuk persegi, semu, lunak, halus, warna hijau kecoklatan. Batangnya merambat dengan bantuan sulur berbentuk pilin (spiral).

Ø Daun : Tunggal, lonjong, tersebar, panjang 7-20cm, lebar 5-15cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, permukaan licin, tangkal persegi, panjang 2-6cm, dan berwarna hijau.
Bunga 

Bunga Passiflora quadrangularis L siap di serbukkan

Bunga Markisa Besar

Bunga Passiflora quadrangularis L

Bunga tunggal, bulat berbentuk mangkok, berkelamin dua(hermafrodit) dan menempel di ketiak daun, tangkal bergerigi, panjang 3-4cm hijau, mahkota berbentuk lonjong, permukaannya beralur, warna ungu, benang sari bertangkai, bentuk tabung, panjang ± 6cm warna ungu, kepala sari silindris, panjang ± 6cm warna putih, putiknya pendek warna kuning dengan kelopak bunga berbntuk lonjong warna hijau. beraroma khas harum. Semua jenis markisa (Passiflora) termasuk penyerbuk silang dengan bantuan lebah madu.penyerbukan sendiri masih dapat berlangsung baik.Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, biasanya penyerbukan di lakukan oleh manusia seperti halnya penyerbukan pada tanaman vanily.


Buah : 
Bakal buah bentuknya sangat unik (maaf hampir menyerupai penis orang dewasa) hal tersebut pernah saya jumpai pada artikel yang diposting oleh Durian Blossom tapi mempunyai ukuran jauh lebih besar | mungkin karena hidup di barat >>> eittt....menyesuaikan anatomi orang barat... setelah beberapa minggu berubah seperti bakal buah pada umumnya he he he bukan porno tapi itu kenyataannya.
Uniknya Bakal Buah Markisa Besar

Bakal Buah mengalami perubahan bentuk

Buah Markisa berbentuk lonjong dengan panjang ± 20cm, diameter ± 15 cm berat 3-5 kg warna hijau ke putih putihan.Buah yang sudah masak/ranum berwarna kekuningan dan beraroma khas harum buah markisa.


Buah Markisa/passiflora quadrangularis muda 




Buah Markisa/passiflora quadrangularis siap Panen

Biji : Bulat pipih panjang ± 0,3 cm, putih
Akar : Tunggang warna putih kotor

Kandungan :
Buah, biji, dan daun pada tanaman ini mengandung substansi yang tidak stabil, yaitu asam hidrosianat dan laktone. Sementara buah yang masak mengandung Ca, P, Fe.

Manfaat dan Khasiat
Daun Markisa/ Passiflora quadrangularis L berkhasiat untuk peluruh air seni, kencing nanah, sedangkan buahnya selain untuk sari buah segar (dicampur dengan sirup).juga dimanfaatkan untuk obat penenang juga berkhasiat menghilangkan rasa nyeri (analgesik) dan memperkuat paru.

Beberapa Herbalis memanfaatkan Seluruh bagian Markisa untuk digunakan sebagai obat dan berkhasiat sebagai anti radang, penenang (sedatif), peluruh kencing (diuretik), serta bersifat membersihkan panas dan racun. Seorang herbalis yang mantan seorang Pendeta di daerah Malang(Perumahan Sawojajar.) malah menggunakan markisa besar untuk pengobatan kanker. 

Penyakit yang bisa diobati diantaranya :
1. Batuk karena paru-paru panas
2. Radang kelenjar getah bening leher (servikal limfadenitis)
3. Sulit tidur (insomnia), sering gelisah dan bermimpi buruk
4. Kelelahan kronis yang abnormal (neurasthenia)
5. Hipertensi
6. Bengkak (edema), kencing berlemak (chyluria)
7. Penyakit kult seperti koreng, skabies, borok (ulcus) pada kaki.

Cara pemakaian :
Untuk obat yang diminum : Rebus herba segar sebanyak 5--15 g, lalu minum airnya.
Untuk pemakaian luar : Cuci herba segar secukupnya, lalu rebus. Setelah dingin, gunakan airnya untuk mencuci penyakit kulit yang Anda alami. Atau bisa juga dengan menurapkan herba segar yang telah digiling halus ke bagian yang sakit.

Syarat Tumbuh
Tanaman Markisa umumnya hanya ditanam di dataran rendah, tetapi didataran tinggi juga cocok (buktinya tanaman ini tumbuh subur didaerah saya Bululawang Kab.Malang - Jawatimur yang berada pada elevasi 391 m dpl.) ketinggian ideal
pada kisaran 500- 1200 m dpl. Kondisi tanah yang dikehendaki banyak mengandung bahan organik (subur) dan pH 5,5-6,5. Lokasi tempat bertanam sebaiknya terbuka, walaupun tanaman tahan naungan. Tanaman tidak tahan terhadap kondisi lahan yang tergenang air.


Pedoman Budidaya
Pilih biji yang baik lalu semaikan di media tanah

Perbanyakan tanaman Markisa ditanam dengan biji dan setek cabang. Setek ditanam di persemaian. Bila bibit berasal dari biji, sebaiknya biji disemaikan lebih dulu. 

Pemeliharaan 
Kantong plastik mencegah cacat buah



Pemupukan dengan NPK (15:15:15) sebanyak 25-100 g per tanaman, tergantung umurnya. Dianjurkan perambatan dengan sistem pagar. Jaraknya 3 m agar pengaturan cabang lebih mudah dan dapat dikombinasi dengan tanaman lain (misalnya kopi). Sebagai tiang pagar dapat digunakan tanaman hidup (Gliricidia, kayu jaran Lannea grandis).Untuk menjalarkan batang markisa digunakan kawat yang dibentangkan mendatar seperti pada perambatan tanaman anggur. Setelah bibit yang ditanam di sepanjang pagar (jarak 2-3 m) mencapai bentangan kawat terbawah, ujung bibit segera dipotong. Dari tunas yang tumbuh, dipilih tiga tunas yang kekar. Dua tunas dijalarkan pada bentangan kawat terbawah dan satu lagi dibiarkan tumbuh mencapai bentangan kawat di atasnya. Pekerjaan seperti ini diulangi hingga semua kawat bentang dijalari oleh 1-2 tunas yang merupakan cabang buah. Bunga muncul pada ketiak daun, biasanya berdaun tunggal. Bila cabang-cabang buah belum berbunga maka ujung cabang perlu dipotong (dipotes). Buah akan bergantung pada kawat tersebut dan sebaiknya buah yang sudah agak berumur sebaiknya di bungkus/di blongsong, ini berguna untuk melindungi buah dari serangan hama (bisa menggunakan kantong kresek yang sudah saya praktekkan). Namun, petani di Indonesia jarang melakukan pembungkusan dan pemangkasan seperti ini sehingga produksinya rendah.

Hama dan Penyakit
Pembusukan akibat Lalat Buah

Hama yang biasa menyerang tanaman markisa adalah lalat buah Dacus dorsalis dan nematoda bengkak akar yang disebabkan oleh Meloidogyne incognita. Kutu daun kuning Myzus persicae dan kutu putih Aphis gossypii sering terdapat pada daun. Hama ini dapat diatasi dengan semprotan insektisida Tamaron 0,2%. Penyakit yang biasa mengancam tanaman markisa adalah mati pucuk Phytophthora parasitica, penyakit layu Fusarium passiflorae, dan penyakit busuk leher akar (damping-offi pada bibit di persemaian yang disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Kondisi lahan yang basah merangsang tumbuhnya penyakit-penyakit tersebut. Bila belum terlambat, penyakit ini dapat diatasi dengan Benlate 0,2% atau lisol 10-50%.
Panen dan Pasca Panen
Gunakan pisau atau gunting untuk memanen

Hasil panen di kebun Bunda

Buah markisa harus dipanen setelah matang pohon, yakni setelah berwarna kuning dan timbul aroma harum. Buah yang masih muda (warnanya hijau) sebaiknya tidak dipanen karena mutunya rendah.
sumber : hasil pengamatan hasil tanam di daerah Bululawang - Malang
www.hickatee.com

RESEP CARA MEMBUAT KERIPIK BAYAM

Banyak orang belum mengetahui bahwa bayam juga bisa diolah menjadi keripik. Jenis bayam yang tepat untuk dijadikan keripik bukan bayam biasa digunakan sebagai sayur, melainkan bayam yang sering disebut masyarakat Jawa Barat sebagai bayam senggang. Berikut ini adalah kriteria umum bayam senggang untuk keripik.


  • Berdaun lebar, biasanya lebih besar dari telapak tangan orang dewasa.
  • Dipilih daun daritanaman bayam tua ( usia sekitar 1 bulan ). Tapi bayam harus segera dipanen begitu sudah cukup umur karena jika melebihi masa panen, daun bayam akan terserang hama.Resep Keripik Bayam
  • Semakin tua warna daun bayam akan semakin hijau. Warna hijau menunjukkan semakin banyak vitamin yang terkandung.
  • Bahan Membuat Keripik Bayam :
  • Bahan Baku ( untuk 300 gr Kripik Bayam )
  • 2 ikat bayam, pilih yang daunnya lebar.
  • 250 gr tepung beras.
  • 50 ml air.
  • 500 ml minyak goreng.
Bumbu untuk keripik bayam :
  • 5 siung bawang putih.
  • 10 butir kemiri.
  • 2 cm kunyit.
  •  1 sdt garam.
Cara membuat keripik bayam :
  • Petik daun bayam cuci bersih dan tiriskan.
  • Campur tepung beras, bumbu halus, dan air aduk sampai rata.
  • Panaskan minyak goreng, celupkan tiap lembar daun bayam kedalam adonan tepung, kemudian masukkan ke dalam minyak goreng panas.
  • Goreng daun yang bercampur tepung adonan hingga matang dan kering, tapi tidak sampai terlalu gosong.
  • Pastikan minyak untuk menggoreng benar benar panas sehingga begitu dicelupkan, bayam akan mengambang dipermukaan minyak dan hasilnya akan lebih mengembang.


Selamat mencoba….

TEKNIK BERTANAM BUAH MARKISA

Markisa Asal Parlumbanan



Markisa Asal Parhuta-hutaan

Markisa Asal Barungbung






Tanaman markisa (passifloraceae) berasal dari Amerika Selatan yang beriklim tropis. Saat ini terdapat lebih dari 400 spesies yang mana dari jumlah tersebut sekurang-kurangnya 50 diantaranya dapat dikonsumsi buahnya. Diantara spesies tersebut yang banyak dibudidayakan secara komersial adalah markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims) dan markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa Degner). Nama lain buah markisa di luar negeri adalah passion fruit, granadilla, purple granadilla, yellow granadilla fruit atau meracuja.

Jenis tanaman markisa yang dimaksud dalam lending model ini adalah markisa asam untuk industri yaitu markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims)

Lokasi
Tanaman markisa merupakan tanaman subtropis, sehingga jika ditanam di Indonesia harus di daerah-daerah yang mempunyai ketinggian antara 800 – 1.500 m dpl dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, kelembaban nisbi antara 80 – 90%, suhu lingkungan antara 20 – 30oC, tidak banyak angin.

Tanah
Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 6,5 – 7,5 dan berdrainase baik. Jika tanah tersebut masam, maka perlu ditambahkan kapur pertanian (dolomit). Pada umumnya lokasi yang sesuai untuk tanaman markisa adalah dataran tinggi, sehingga kondisi lahannya banyak yang berlereng. Sebaiknya kemiringan lahan tidak lebih dari 15%, jika lebih harus dibuat terasering untuk memudahkan pemeliharaan tanaman.

Pembibitan
Tanaman jenis tanaman yang umum dibudidayakan oleh petani adalah jenis markisa ungu (edulis), tetapi jenis ini mempunyai batang yang kecil, perakaran yang dangkal dan tidak tahan terhadap nematoda. Kemudian ada jenis lain, markisa kuning (flavicarpa) yang mempunyai batang yang cukup besar, perakaran yang dalam, tahan terhadap nematoda, tetapi buahnya kurang disukai karena rasanya lebih asam dan sari buahnya sedikit. Oleh karena itu telah dikembangkan teknik sambungan antara markisa ungu sebagai batang atas dan markisa kuning sebagai batang bawah. Teknik sambungan tersebut telah dikembangkan di Sulawesi Selatan dan ternyata hasilnya cukup memuaskan.

Dalam model kelayakan usaha budidaya markisa ini disarankan agar plasma menanam markisa dengan bibit sambungan dan untuk semua besaran teknis yang diberikan berikut ini, ditunjukkan untuk budidaya tanaman markisa.

Pengolahan Tanah
Sebelum dilakukan penanaman, dilakukan pengolahan tanah, yaitu kegiatan mulai dari land clearing sampai lahan siap tanam. Untuk kegiatan tersebut diperlukan tenaga kerja sekitar 95 HOK per ha. Selanjutnya di buat lubang tanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Untuk pembuatan lubang tersebut 1 HOK dapat menyelesaikan 30 lubang perhari.

Penanaman
Jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 5 m, yaitu 2 m jarak antara baris tanaman dan 5 m jarak antar tanaman. Dengan demikian jumlah tanamannya adalah 1.000 pohon per ha.

Tanaman markisa adalah tanaman merambat, untuk itu perlu dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat dibuat dari pohon hidup, misalnya lamtoro, tonggak kayu atau bambu. Cara rambatan lain dengan menggunakan kawat yaitu diantara dua tiang disambungkan sebuah kawat rambatan yang berdiameter berkisar 3 mm.

Sesuai hasil penellitian yang dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Hortikultura Berastagi, penggunaan tiang rambatan dengan pucuk bambu (tanpa kawat) memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman markisa serta jumlah buah dan berat buah per pohon dibandingkan dengan tiang rambatan dengan penggunaan kawat (sistem para-para tiang jemuran dan sistem memakai kawat).

Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan interval 3 kali per tahun pada bulan November s/d Mei. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk makro, yaitu urea dengan dosis 800 – 900 gram/pohon/tahun, TSP yaitu 60 – 120 gram/pohon/tahun dan KCl dengan dosis 800 – 1.200 gram/pohon per tahun, tergantung dari umur tanaman. Untuk tanah yang masam sebaiknya diberi dolomit dengan dosis 200 – 500 gram per pohon per tahun. Selain itu diperlukan juga pupuk organik yang diberikan dengan dosis 40 kg per pohon per tahun. Pupuk organik biasanya di berikan sebagai pupuk dasar diberikan sebagai pupuk dasar.

Kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan tersebut adalah 8 – 12 HOK per ha per tahun, untuk pemupukan.

Plant Maintenance
Pemeliharaan tanaman yang dilakukan adalah kegiatan penyiangan, pengairan dan pemangkasan tanaman. Penyiangan tanaman dilakukan secara berkala untuk menggemburkan tanah dan mencabut rumput yang ada disekitar tanaman.

Pembersihan air secara teratur pada tanaman sangat dianjurkan, terutama pada saat tanaman berbunga dan berbuah. Kebutuhan air akan meningkat pada saat mendekati pemasakan buah. Jika pada saat buah itu tanaman kekurangan air, buah akan berkerut dan jatuh sebelum masak.

Pemangkasan tanaman diperlukan untuk menumbuhkan tunas-tunas baru tempat dimana bunga akan muncul. Kegiatan ini dilakukan segera setelah selesai panen.

Kebutuhan tenaga kerja untuk perawatan tanaman diperkirakan antara 15 – 18 HOK per ha per tahun tergantung dari umur tanaman.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN
Tanaman markisa sangat rentan terhadap nematoda, khususnya yang jenis ungu (edulis), sedangkan yang kuning (flavicarpa) cukup resisten. Serangan nemotoda akan mempercepat kematian tanaman. Selain nematoda, beberapa jenis penyakit seperti Fusarium Wilt (Fisarium oxysporum f. sp. Passiflrae). Phytophthora Blight (Phytopthora nicotianae) dan bercak coklat (Alternaria passiflorse) serta hama bekicot yang dapat berkembang baik di daerah dingin, juga menyerang tanaman ini. Beberapa jenis pestisida yang banyak digunakan antara lain adalah insektisida : Perfekthion 400 EC, Tiodan 35 EC dan Rhocap 10 G, fungisida : Dithane M 45 dan Vitigran Blue serta nemotocida : Nemacur 400 R. Kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan kondisi serangan hama penyakit, namun demikian secara normal diperkirakan antara 20 – 25 HOK per ha per tahun.

PANEN DAN PASCA PANEN
Panen
Tanaman markisa yang berasal dari buah mulai berbuah setelah berumur 9 – 10 bulan, sedangkan yang berasal dari stek, mulai berbuah lebih awal, yaitu sekitar 7 bulan. Warna buah yang pada mulanya berwarna hijau muda, akan berubah menjadi ungu tua (edulis) atau kuning (flavicarpa) ketika masak. Sejak pembungaan diperlukan waktu 70 – 80 hari untuk menjadi buah masak. Buah yang masak akan terlepas dengan sendirinya dari tangkainya dan jatuh di atas tanah. Untuk mendapatkan kualitas sari buah yang baik, buah markisa harus dipanen minimal 75% tingkat kematangan Sari buah markisa ungu mempunyai rasa lebih manis dan beraroma lebih kuat dari pada markisa kuning. Kandungan karbohidrat dan asam-asam organik kedua jenis markisa tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.

Produksi markisa ungu dari perkebunan rakyat bervariasi antara 5 – 10 ton ha per tahun, padahal produksi tersebut dapat ditingkatkan sampai 15 ton per ha per tahun. Dengan menggunakan sambung pucuk antara markisa kuning sebagai batang bawah dan markisa ungu sebagai batang atas, produksi markisa diharapkan akan meningkat antara 20 – 30 ton per ha per tahun

Sumber :
1. Jagtiani, J H.T Chan Jr and W.S Sakai 1988. Tropical Fruit Processing. Academic Press. Inc San Diego, California, USA.
2. Ashurst, P. R 1995 Food Flavourings Blackie Academic & Professional. Bishopbriggs, Glascow, UK.

Pasca Panen 
Perlakuan pasca panen buah markisa yang akan dijual sebagai buah segar atau sari buah berbeda. Buah markisa termasuk buah klimaterik, untuk itu jika buah tersebut akan dijual sebagai buah segar, sebaiknya buah panen pada saat persentase warna ungu mencapai 50 – 70% dan disisakan tangkai buah ± 3 cm. Buah tersebut harus dijaga kenampakan kulit buahnya, yaitu tetap mulus, tidak berkeriput. Buah markisa dapat disimpan selama 4 – 5 minggu pada suhu 70C dan kelembaban nisbi 85 – 95% tanpa merusak kualitasnya. Pada umumnya dalam 1kg markisa terdapat 20 – 25 buah.

Untuk mengekspor buah segar, grading buah didasarkan pada diameter buah, yaitu :
  • § Ukuran kecil : 48 buah per 3,5 kg dengan diameter ± 50 mm
  • § Ukuran sedang : 36 buah per 3,5 kg dengan diameter ± 65 mm
  • § Ukuran besar : 24 buah per 3,5 kg dengan diameter ± 80 mm
Ukuran menghasilkan sari buah markisa yang berkualitas baik, buah harus dipanen masak. Buah sebaiknya dipanen minimal pada saat kematangan mencapai 75% akan lebih baik jika buah dipanen masak, tetapi buah yang dipanen masak yaitu tang telah jatuh dari tangkainya akan cepat mengalami penurunan kadar air, sehingga kulitnya menjadi keriput. Namun demikian kondisi sari buahnya tetap tidak berubah. Dari 100 kg buah dapat dihasilkan sekitar 40 kg sari buah yang masih berbiji (pulp) atau 30 kg sari buah.

Pengolahan sari buah markisa cukup sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh home industry. Tetapi untuk tujuan ekspor, industri markisa harus dapat menjaga kualitas dan hiegenis bahan. Hal ini belum dapat dilakukan oleh home industry. Ekspor yang dilakukan di Sulawesi Selatan adalah dalam bentuk sari buah yang masih tercampur buahnya (pulp). Proses ini cukup sederhana, yaitu buah markisa di belah dua, disendok pulp nya kemudian dimasukkan ke dalam plastik atau wadah tertentu dan langsung dibekukan (block quick freeze), kemudian di simpan di dalam cold storage selama menunggu pengapalan untuk diekspor.

MARKISA PENEDUH HALAMAN DEPAN RUMAH



Baru beberapa bulan ini, setiap bangun pagi, sebelum mandi, saya punya kebiasaan baru. Berdiri di beranda rumah dan melihat ke tanaman markisa. Tanaman itu sekarang telah berbuah. Saya itung jumlahnya sekitar 50 buah. Lucu, bergelantungan. Besarnya sebesar gegaman tangan (sebesar bola tenes). Karena masih muda (belum masak) warnanya hijau mengkilap. Puas rasanya melihat buahnya.

Sebetulnya semua jenis markisa lebih cocok tumbuh di dataran tinggi 1000-2000 m dpl dengan tipe iklim basah. Kondisi tanah yang dikehendaki banyak mengandung bahan organik (subur) dan pH 5,5-6,5. Lokasi tempat bertanam sebaiknya terbuka, walaupun tanaman tahan naungan. Tanaman tidak tahan terhadap kondisi lahan yang tergenang air.

Tapi di rumah saya, saya dapat menumbuhkan markisa dengan baik. Bahkan sampai berbuah. Jadi... saya juga nggak ngerti, markisa yang saya tanam jenis apa. Saya mendapatkan bibitnya dari seorang Kolega yang juga pernah menanamnya di daerah Jember kota. Jadi mungkin gak ada masalah kalo ditanam di area yang syarat tumbuhnya tidak seideal tempat asal tumbuhan ini.

Bila hari sudah siang, bagian depan rumahku jadi teduh. Aku suka duduk duduk di bawah naungan jalinan dedaunan buah markisa bersama anak anak tercinta. Rumah terlihat jadi lebih asri dan bersahabat dengan alam.

Lucunya, setiap ada tamu datang kerumah, mereka selalu terheran heran dan mendongak ke atas melihat buah yang bergelantungan. Lalu mengernyitkan dahinya, dan akhirnya bertanya “Ini buah apa ya....”. Dan selalu saya menjelaskannya. Atau istri ku yang menjelaskan. Bahwa buah yang bergeantungan dan lucu itu adalah buah markisa. Temen temen istriku juga banyak yang kepengen memetik, tapi sementara harus dilarang dulu. Karena memang masih belum saatnya dipanen. Akhirnya tamu yang datang mengakhiri keherenannya dengan order, nanti aku minta yaa. Atau ada juga yang berminat untuk mengikuti saya meneduhkan beranda rumahnya dengan tanaman buah markisa.

Buah markisa menurut saya sangat bagus sebagai tanaman peneduh. Sebanding dengan fungsi tanaman anggur yang akhir akhir ini dibudidayakan. Namun Tanaman Markisa memiliki keunggulan, daunnya lebih lebar sehingga daya tutup terhadap area yang diteduhi lebih luas. Daun markisa juga tidak gampang rontok, kecuali tanaman tersebut memang sudah tua. Sehingga sampahnya tidak berhamburan kemana mana. Satu tanaman Markisa apabila diatur dalam jalinan jaring yang bagus dapat menjalari area sekitar 5 x 5 meter persegi.

Pertumbuhan Tanaman Markisa juga sangat cepat. Dalam waktu 3 – 4 minggu tanaman Markisa sudah dapat menutupi area seluas 4 x 4 meter persegi. Dan dalam waktu itu juga, tanaman tersebut telah berbunga. Asalkan tidak di dera hujan, semua bunga pasti menjadi buah yang lucu. Saya juga tidak tau bagaimana cara penyerbukannya, nanti kita tanyakan kepada orang yang ahli. Yang detail begini, walaupun nama saya Trubus, saya tidak terlalu mengerti.

CARA MUDAH MENANAM MARKISA

Menanam Markisa dari Bibit


Memperbanyak markisa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang sudah pernah saya coba adalah dengan menyemaikan bijinya. Biji kering saya dapat dari seorang kolega yang sudah pernah menanam pohon markisa. Bijinya kecil kecil, sebesar butiran padi, namun tipis dan berwarna coklat.
Biji Markisa Kering siap tanam

Biji markisa yang saya dapat itu lalu saya tanam di tanah dalam pot bekas minuman air mineral. Masing masing pot saya isi dengan 3 – 4 biji buah markisa. Awalnya saya ragu, apakah biji tersebut bisa berkecambah. Karena saya tidak tahu media apa yang cocok untuk penyemaian itu. Saya menggunakan campuran pasir, pupuk kandang dan sekam sebagai medianya. Tapi setelah menunggu selama 5 – 8 hari, akhirnya muncul juga kecambahnya. Wah... lega rasanya.

Setelah kecambah tumbuh, dan daunnya menjadi 3 helai, saya pindahkan ke tanah. Sebelumnya saya siapkan lubang tanah 30 x 30 cm, saya campurkan dengan pupuk kandang yang saya beli dari Nursery. Saya aduk tanahnya sehingga gembur.. Siap untuk menerima tanaman baru.

Asal asalan saya pindahkan 4 pohon markisa ke tanah. Semua tanaman tersebut terus tumbuh, kecuali 1 tanaman yang mati. Mungkin karena saya salah cara memindahkannya. Seharusnya tanaman tidak dicabut dari pot, melainkan dipindahkan dengan tanah yang ada di dalam pot semaian. Tapi tidak jadi masalah, karena 3 tanaman pun tumbuh subur.

Berlomba dengan pertumbuhan Markisa
Ketika pohon markisa tumbuh dari kecambahnya, saya santai saja. Saya pikir cukup saja saya siapkan sebatang kayu sebagai tempat menjalar. Tanaman pun menurut saja, menjalar di kayu yang sudah saya siapkan. Dua minggu setelah kayu yang saya siapkan sudah hampir terlilit dengan pohon markisa, mulailah saya berlomba dengan pohon markisa. Daya jalarnya luar biasa bikin saya menyingsingkan lengan, membuat jalinan untuk pertumbuhan markisa. Tanamannya menjulur kesana kemari, bahkan ada kabel listrik pun maunya dirambati, dipakai tempat untuk tautan pohon. Wah bisa rusak dong pemandangan. Akhirnya saya gunting bagian yang tidak terkendali tersebut. Akhirnya seluruh jalinan kawat yang telah disiapkan penuh dengan pohon markisa. Kecepatan rambatnya lumayan, bidang seluas 4 x 4 meter dipenuhi daun markisa hanya 2 minggu.

Menunggu Bunga menjadi Buah
Setelah 4 bulan markisa tumbuh, ternyata mulai muncul bunganya... ho ho ho.... cepet ya. Dan pada waktu itu, sedang musim hujan. Wah... akhirnya bunga markisa berguguran. Dari sekian banyak bunga yang muncul, hanya 3 buah markisa yang muncul. Mungkin karena hujan, sehingga bunganya membusuk. Sempat kecewa, karena saya harus buang bunga bunga yang berjatuhan.

Setiap hari saya intip bunga bunga markisa, tapi sore hari hujan turun, dan esoknya saya sudah temukan bunga bunga yang berjatuhan. Wah... kapan dong jadi buah semua?

 

Nah... bulan Maret 2009, Sidoarjo sudah mulai berubah cuacanya. Hujan mulai mereda, dan ternyata Markisa tetap berbunga. Bahkan dari juluran juluran baru tunasnya, banyak muncul bakal bunga. Ada harapan baru, ketika satu per satu bunganya menjadi buah mungil. Woww .... asyikk. Bunganya bener bener menjadi buah. Dari pohon yang aku tanam, ternyata bisa berbuah lebat. Ting Gemandul (red (bhs jawa) : bergelantungan). Kalau di hitung (biar Ivo dan Dera menyebut saya Pak Raden, cuek aja... ) jumlahnya bisa lebih dari 100 biji. Kan kalo di bagi bagi ke tetangga seneng juga. Tapi Ivo dan Dera nggak usah yaaa, mereka biar tanam sendiri di rumahnya....

PENYUBUR TANAMAN ALTERNATIF UNTUK TANAMAN POT


Tanaman, terutama yang ditanam di dalam pot, untuk membantu pertumbuhannya harus diberi pupuk secara teratur. Hal ini disebabkan tanaman di dalam pot tidak bisa mencari makanannya sendiri karena terbatasi oleh pot. Untuk memberikan pupuk pada tanaman pot, bisa dengan membeli bermacam-macam pupuk yang dijual di toko pertanian atau bisa juga dengan bahan murah meriah yang ada di dapur anda, seperti berikut ini:

  • Agar-agar. Agar-agar dapat menyuburkan tanaman terutama tanaman hijau. Cara pembuatan adalah dengan mencampur 1-2 sendok makan agar-agar bubuk yang dilarutkan dalam segelas air panas. Setelah agar-agar larut, campur larutan agar-agar ini ke dalam 3 gelas air dan aduk rata. Setelah larutan diaduk rata, siramkan ke akar tanaman anda.
  • Abu dari kayu bakar. Bila Anda memiliki ranting-ranting kering atau sampah kayu lainnya, bisa memanfaatkan abu dari hasil pembakaran kayu tersebut untuk menyuburkan tanaman Anda terutama tanaman mawar.
  • Vetsin atau bubuk penyedap makanan. Taburkan vetsin atau bubuk penyedap makanan ini di sekitar akar tanaman kemudian siram. Atau bisa juga dengan cara melarutkan vetsin dengan air terlebih dahulu, baru kemudian disiramkan ke dekat akar tanaman.
  • Kulit bawang. Kupasan kulit bawang merah, bawang putih atau bawang bombay direndam dalam air semalaman. Esok harinya air rendaman berikut kulit bawangnya dapat disiramkan ke tanaman.
  • Ampas teh. Bila Anda meminum teh secara teratur, jangan langsung buang ampas tehnya. Rendam ampas teh dengan air semalaman dan esok harinya rendaman teh dapat disiramkan ke tanaman pot Anda.
  • Kulit telur. Kulit telur ditumbuk halus beserta dengan arang. Kulit telur yang telah ditumbuk dan dicampur dengan arang ini dapat langsung ditaburkan ke dekat akar lalu disiram agar larut ke dalam tanah. Selain kulit telur, air bekas rebusan telur pun dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman. Siramkan air bekas rebusan telur yang sudah didinginkan ke akar tanaman.
  • Kulit Pisang. Simpanlah selama beberapa hari hingga kulit pisang berwarna kecoklatan dan tampak kering. Tumbuk kulit pisang hingga lembut, lalu taburkan tiap pagi dan sore pada tanaman.
  • Sisa obat-obatan. Obat-obatan yang berbentuk tablet yang sudah tidak dimakan atau kadaluarsa ditumbuk hingga halus. Untuk yang berbentuk kapsul, hanya diambil isinya saja. Obat-obatan yang sudah ditumbuk halus ini dapat langsung ditaburkan pada tanaman Anda dan disiram agar larut.Jangan lupa bahwa untuk hasil yang optimal, tanaman dalam pot harus dipupuk secara teratur. Lakukan prosedur pemupukan minimal seminggu sekali untuk melihat hasil yang memuaskan.

Tuesday, 20 August 2013

MANFAAT VITAMIN A DAN VITAMIN C

Banyak sekali manfaat vitamin a dan c bagi kesehatan dan kecantikan tubuh manusia agar senantiasa sehat dan bersinar sepanjang hari tentunya juga dengan menarapkan gaya hidup sehat sesuai anjuran. Pada posting artikel terbaru kali ini tipspetani.Org akan searching artikel tentang banyaknya khasiat dan manfaat vitamin a dan c bagi kesehatan dan kecantikan,...





Gejala kekurangan vitamin a dapat menyebabkan penglihatan rabun senja, kebutuhan vitamin a sangat penting sekali dan penuhi kebutuhan vitamin a dalam tubuh yang terdapat pada sayuran hijau, buah dan dari hewan seperti susu kambing, hati, keju, kuning telur dan lain sebagainya, berikut manfaat vitamin a,...
  • Manfaat vitamin a menjaga kesehatan jaringan tubuh
  • Manfaat vitamin a membantu proses penyembuhan luka
  • Manfaat vitamin a membantu sel bereproduksi secara normal
  • Manfaat vitamin a menentukan gen pembentukan organ perkembangan embrio
  • .Manfaat vitamin a membantu mempertahankan kesehatan struktur kulit, rambut, gigi
  • Manfaat vitamin a membantu mengatasi penyakit kulit seperti jerawat
Vitamin c memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi tubuh manusia, vitamin c bisa didapatkan dari makanan atau suplemen tambahan yang mengandung banyak vitamin c, berikut khasiat dan manfaat vitamin c,...
  • Manfaat vitamin c dapat mencegah penyakit kanker, esophageal, pankreas, usus besar, lambung, laring, payudara, leher rahim, paru - paru dan lain - lainnya
  • Pencegahan terhadap gangguan pada mata
  • Melindungi tubuh dari penyakit jantung
  • Melindungi tubuh dari penyakit tekanan darah tinggi
  • Melindungi tubuh dari penyakit osteoarthritis
  • Melindungi tubuh dari penyakit preklampsia pada ibu hamil
  • Melindungi tubuh dari penyakit gangguan gigi dan asma
  • Manfaat vitamin c dapat mengurangi resiko kulit terbakar