Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Tuesday, 26 November 2013

CARA MENANAM BUNGA POTONG SEDAP MALAM

Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa) sudah sangat kita kenal dengan bau wanginya dan memiliki kesegaran yang mampu bertahan lama. Meskipun telah dipotong bunga yang menjadi flora Identitas provinsi Jawa Timur ini kesegarannya dapat bertahan selama 5-10 hari. Bunga ini banyak dimanfaatkan sebagai bunga potong untuk berbagai keperluan. Selain itu bunga Sedap Malam juga dapat diolah sebagai bahan pembuat parfum. Sedap malam akan berbunga pada umur 4 - 5 bulan setelah tanam. 

Bunga sedap malam punya sejumlah manfaat untuk kesehatan, mulai dari mengobati keluhan susah tidur, influenza, sampai rematik. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya.




Perbanyakan benih sedap malam sampai saat ini hanya dengan vegetatif yaitu melalui umbi. Kebutuhan bibit umbi ditentukan pada sistem tanam dan jarak tanam. Pada sistem tanam dengan jarak tanaman 20 x 20 cm, kebutuhan umbi per hektar sekitar 200.000 butir umbi bibit. Harga bibit sekitar Rp 400 per umbi berukuran sedang. Sedap malam roro anteng cocok di dataran rendah (di bawah 100 m dpl) dan Dian Arum di dataran rendah-sedang (100 - 400 m). 
Sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda lebih cocok ditanam di dataran rendah dengan elevensi di bawah 50 m dpl. Sedap malam berbunga ganda cocok ditanam di daerah dengan ketinggian di atas 100 m sampai 600 m dpl. Bila sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda ditanam di dataran sedang, maka bunga yang dihasilkan akan memiliki tangkai bunga yang agak panjang, tidak kokoh dan kurang kekar serta malai bunga agak panjang dan bagian ujung malai terkulai dengan jumlah kuntum bunga lebih sedikit.

Hal yang terpenting dalam menanam sedap malam adalah pemilihan jenis tanah adalah: subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan drainase tanah baik serta derajat kemasaman tanahnya (pH) antara 5,0 - 5,7.

TEKNIK BUDIDAYA SEDAP MALAM

Tanah diolah pada kondisi kering sebelum musim hujan dengan cara dicangkul, dibajak/traktor, atau dibalik menggunakan garpu terlihat bongkahan-bongkahan tanah yang sudah berubah menjadi gembur tanpa ada tanaman satupun. Untuk tanah kering yang masih banyak gulma kita perlu melakukan pembersihan gulma dengan cara dibabat, dicabut sehingga bebas dari tanaman/gulma selanjutnya tanah diolah dengan dicangkul atau ditraktor kemudian diberi bahan organik (pupuk hijau, pupuk kandang, kompos) sebanyak 5-10 t/ha. 
  1. Setelah ada hujan/musim hujan tiba tanah diolah kembali dengan cara dibajak ulang, digaru untuk mengancurkan bongkahan-bongkahan tanah hingga rata, gembur dan subur. Tanah yang tidak terkena traktor/bajak dibagian sisi/pojok petakan dincangkul selanjutnya di buat bedengan dan parit serta pematang untuk batas petakan. 
  2. Biarkan 1 minggu hingga 2 minggu, kemudian buat bedengan dengan lebar 120 -180 cm lebar 100 cm, tinggi 20 - 30 cm (panjang tergantung kondisi lahan).
  3. Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 30-40 cm dan kedalaman 40 cm. 
  4. Apabila pH tanah kurang dari 5 - 7 perlu diberi Dolomit/kaptan dengan dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 1 minggu. Selanjutnya tutup menggunakan mulsa perak secukupnya yang disesuaikan dengan lebar dan panjang bedengan.
  5. Lahan siap untuk ditanam 

b. Penanaman Sedap Malam
Penyiapan lahan dengan memasang Mulsa Plastik Hitam Perak. adapun cara memasang MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) antara lain dengan menarik kedua ujung MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) ke masing-masing ujung bedengan arah memanjang. Kemudian dikuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk "U" yang ditancapkan di setiap sisi bedengan. Berikutnya tarik pula lembar MPHP ke bagian sisi kiri kanan (lebar) bedengan hingga nampak rata menutup permukaan bedengan. Kuatkan dengan pasak bilah bambu pada setiap jarak 40 - 50 cm. Bedengan yang telah ditutup MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) dibiarkan dulu selama + 5 hari agar pupuk buatan larut dalam tanah dan tidak membahayakan (toksis) bibit sedap malam yang ditanam.

Pembuatan lubang tanam dapat menggunakan alat bantu khusus yang terbuat dari potongan pipa besi/kaleng susu yang salah satu permukaannya telah dipotong dan diisi arang panas, berdiameter + 7 - 10 cm kemudian MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) akan berlubang berupa bulatan-bulatan kecil sesuai degan ukuran yang telah disiapkan (ukuran 20 x 25 cm), kemudian disusul dengan penyiapan benih menggunakan karung atau nampan.

Penyiapan benih : karena penyimpanan benih dilakukan dengan dikering anginkan dekat tungku dan biasanya kurang terkontrol dengan suhu udara panasnya kemungkinan besar benih tersebut ada sebagian yang rusak diakibatkan suhu terlalu panas sehingga benih jadi kropos dan umbinya tidak padat, maka perlua dilakukan penyortiran ulang yang bertujuan untuk menyamakan ukuran umbi yang baik sesuai dengan asturan perbenihan.

Cara tanam : Sebelum dilakukan penanaman terlebih dahulu lubang tanam disiram hingga kapasitas lapang. Penanaman sedap malam dapat dilakukan sepanjang musim, asalkan tersedia sarana dan prasarana yang dibutuhkan tanaman tercukupi (air, pupuk, dan lain-lain). Waktu yang tepat sebaiknya untuk menanam disesuaikan dengan permintaan pasar/bulan baik yang diperkirakan panennya jatuh pada hari-hari besar (Tahun Baru keagamaan), umur dan waktu bunga bisa dipanen pada tanaman bunga sedap malam sekitar 4 - 5 bulan.

Penanaman dilakukan secara hati-hati agar pada lubang MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) tidak rusak, pembuatan lubang tanam dengan cara mengangkat tanah dengan sendok/garfu kecil sedalam 7 - 9 cm yang telah disiapkan pada MPHP (Mulsa Plastik Hitam Perak) pada setiap lubang selanjutnya benih sedap malam dimasukkan sebanyak 1 umbi padatkan pada bagian sisi-sisi umbi. Umbi yang telah dimasukkan diatur tegak dengan arah tunas menghadap ke atas.

Penutupan lubang tanam yang telah diisi umbi menggunakan tanah gembur yang sudah jadi/ menggunakan tanah bekas galian lubang tanam yang sudah tercampur pupuk. Tebal tanah penutup berkisar ± 7,5 cm, yang bertujuan untuk menstabilkan suhu, agar pupuk cepat larut dengan air tanah dan merangsang pertumbuhan umbi. Setelah selesai menanam lakukan penyiram pada lubang tanam/bedengan untuk menjaga kelembaban.
Sumber: Dalmadi BBP2TP

Saturday, 5 October 2013

TIPS BUDIDAYA TANAMAN HIAS MELATI


Pedoman Cara Budidaya Bunga Melati

Pembibitan Bunga Melati
1) Teknik Penyemaian Benih pada Bunga Melati
Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab.

2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian pada Bunga Melati
a) Penyiapan tempat semai:
- Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag, medium semai (campuran tanah, pasir steril/bersih).
- Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan.
- Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30cm. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.

b) Pemeliharaan bibit stek:
- Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.
- Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.
- Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).
- Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.

2. Pengolahan Media Tanam Melati
1) Pembukaan Lahan pada Bunga Melati
a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah.
b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur,kemudian biarkan kering angin selama 15 hari

2) Pembentukan Bedengan pada Bunga Melati
Membentuk bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.

3) Pengapuran pada Bunga Melati
Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)/kapur hidrat (Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.

4) Pemupukan pada Bunga Melati
Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah, kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.

Teknik Penanaman
1) Penentuan Pola Tanam pada Bunga Melati
Sebulan sebelum tanam, bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1,0 m x 1,5 m), kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan“pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit, stratos/asam humus Gro-Mate.

2) Pembuatan Lubang Tanam pada Bunga Melati
Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah.

3) Cara Penanaman pada Bunga Melati
Jarak tanam dapat bervariasi, tergantung pada bentuk kultur budidaya, kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam, bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1,5 m, sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm, 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.

4. Pemeliharaan Tanaman pada Bunga Melati
1) Penjarangan dan Penyulaman pada Bunga Melati
Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.

2) Penyiangan pada Bunga Melati
Pada umur satu bulan setelah tanam, kebun melati sering ditumbuhi rumput rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari, air dan unsur hara.

3) Pemupukan pada Bunga Melati
Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan, saat berbunga, sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati, terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P), seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.00) atau sore hari (pukul 15.30-16.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.

4) Pengairan dan Penyiraman pada Bunga Melati
Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida pada Bunga Melati
Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga, zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi, yakni 1,45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel.

6) Lain-lain
Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm daripermukaan tanah.

Sumber : http://carabudidaya.com

BISNIS BUNGA MELATI YANG SEMAKIN HARUM

BISNIS BUNGA MELATI YANG SEMAKIN HARUM
Sudah tidak asing lagi Bunga Melati dikenal dengan bau yang harum dan wangi. Ternyata tidak hanya baunya saja yang wangi, bisnis bunga Melati juga memiliki prospek yang cukup cerah. Jika anda memiliki hobi berkebun dan memiliki lahan yang cukup luas tentu tidak ada salahnya jika anda mencari penghasilan tambahan dari wangi bunga melati. Bunga melati yang dikenal dalam bahasa asing dengan Jasmine banyak dipakai sebagai bunga tabur maupun karangan bunga. Namun ternyata banyak kegunaan lain dari wangi bunga melati ini.

Dalam dunia industri banyak produk yang telah menggunakan bunga melati misalnya saja minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, dan bahan campuran atau pengharum teh yang kesemuanya itu menggunakan bunga melati. Selain itu bunga Melati memiliki ragam jenis yang sangat banyak, sehingga peluang untuk budidaya semakin besar.

Gambaran pemanfaatan Bunga melati yang semakin luas ini membuat bisnis budidaya bunga melati semakin memiliki prospek yang cerah. Selain potensi pasar dalam negeri, pasar luar negeri seperti Jepang, Korea, Thailand, Taiwan dan Hongkong juga membutuhkan suplai Bunga Melati Indonesia.

Selain itu menurut hasil kajian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha budidaya bunga melati menjadi peluang bisnis yang menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.

Saat ini sentra penghasil bunga Melati Di Indonesia baru terkonsentrasi pada beberapa daerah saja misalnya di Jawa Tengah yang baru meliputi Kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal. Produk Indonesia sendiri baru memenuhi sekitar 2% Kebutuhan Bunga Melati dunia. Anda Tertarik, selamat Mencoba.

Sumber : http://galeriukm.web.id/

MENANAM BUNGA MELATI DI DALAM POT


Tanaman Bunga Melati (Jasminum sambac) sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat kita terutama dalam upacara-upacara adat, maupun sebagai pengharum baik untuk makanan, pakaian atau ruangan. Bau bunga melati yang segar ini bisa menenangkan fikiran kita juga jadi bisa digunakan sebagai aroma terapi. 

Bunga melati ini dapat dengan mudah kita beli di pasar-pasar tradisional. Namun tidak ada salahnya jika anda menanam sendiri bunga melati di dalam pot sebagai penghias ruangan dan juga mampu memberikan aroma segar pada rumah anda.

Berikut ini adalah tips dan tata cara menanam bunga melati di dalam pot di rumah: 

1. Siapkan pecahan batu merah atau pecahan genting. Yang dimaksudkan untuk mengikat air di dasar pot.
Campuran umum; pasir 1/3 bagian, tanah 1/3 bagian dan 1/3 bagian pupuk kandang 
Campuran untuk jenis kering; pasir ½ bagian, dan ½ bagian pupuk kandang Campuran untuk jenis lembab; adalah ½ tanah dan ½ pupuk kandang. 

2. Isikan media kurang lebih 1/3 bagian potnya, kemudian masukan bibit melati, usahakan media asal yang menempel pada tanaman masih ada, agar tanaman tidak mengalami stress saat berpindah dan beradaptasi dengan tempat atau media baru. Usahakan tambahkan lagi media tanam, tekan media perlahan lahan dengan ibu jari agar tanaman dapat berdiri kokoh. Pot jangan disi sampai penuh, sisakan sekitar 2 cm dari bibir pot agar mudah ketika melakukan penyiraman. Setelah tanaman dipotkan, siramlah tanaman secukupnya. Dinding luar dan dasar pot dibersihkan dari kotoran dan media tanam yang masih menempel sebelum diletakan pada tempat yang diinginkan, tapi diusahan simpan dulu ditempat yang lembab tapi ada sinar matahari selama beberapa hari untuk mempercepat pertumbuhan. 

Pada tanaman melati, pemangkasan bentuk dilakukan untuk keperluan melati pot atau taman. J. sambac apabila dipangkas bagian cabang dan ranting-rantingnya secara cermat akan terbentuk tanaman yang mempunyai kanopi yang serasi terhadap ukuran pot dan wadahnya dengan jumlah bunga banyak. Tanaman J. sambac yang masih produktif, dapat dilakukan pemangkasan pucuk setelah panen bunga selesai. Hal tersebut dimaksudkan untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru lebih cepat sehingga waktu berbunganya lebih awal.

Friday, 4 October 2013

TANAMAN HIAS LIDAH MERTUA YANG BANYAK MANFAAT

Sansevieria atau yang lebih dikenal dengan Lidah Mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.


Sansevieria punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan, dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Beberapa polutan yang di serap oleh Sanseviera.

Keistimewaan :
  • Sansevieria merupakan jenis tanaman dengan tingkat penyerapan paling tinggi.
  • Perawatan tanaman yang murah
  • Selalu mengeluarkan zat O2 tanpa menghasilkan zat CO2 sehingga cocok di taruh didalam ruangan.

Manfaat :
  • Biasa dimanfaatkan sebagai pagar rumah
  • Negara Jepang telah memanfaatkan serat tanamannya sebagai bahan pembuat kain dan kreasi anyaman
  • Tanaman ini menghasilkan wewangian saat sore hari terlebih ketika berbunga. Lidah mertua digunakan sebagai bahan parfum di beberapa negara maju
  • Bisa dijadikan bahan obat diantaranya;
    • Getah: Dapat digunakan sebagai obat antiseptik
    • Akar : Dapat dimanfaatkan sebagai penyegar rambut/tonik dan obat wasir
    • Daun : Bila dibakar dapat menyembuhkan sakit kepala,Bila direbus sebagai obat diabetes
  • Bisa mereduksi radiasi gelombang elektromagnetik yang ditimbulkan oleh komputer dan televisi maka, baik jika tanaman ini ditaruh disamping komputer atau televisi.

Perawatan Tanaman :
  1. Tanaman ini bisa hidup dengan paparan sinar matahari maupun di dalam ruangan. Tapi bilaingin di simpan dalam ruangan, jangan lupa dijemur seminggu sekali agar tanaman tetap segar.
  2. Penyiraman hanya perlu dilakukan 1-2 kali seminggu. Terlalu sering menyiram justru akan membuat tanaman ini dihinggapi bakteri. Ketika menanam juga pilih media tanam (tanah, sekam bakar, pasir malang dan pakis)
  3. Pemupukan lidah mertua biasanya menggunakan pupuk yang tingkat penguraiannya lambat seperti(osmocote, dekastar dan megamp)

Ternyata tumbuhan Sansevieria ini yang perawatannya super mudah memiliki manfaat yang segudang. Ayo, tanam “Lidah Mertua.”[amd]

Sumber : http://matoa.org/

CARA MEMPERBANYAK Anakan Sanseveira



Keuntungan teknik cacah, anakan dihasilkan terus-menerus. Anakan hasil perbanyakan dengan cacah bisa langsung jadi indukan begitu daunnya dewasa.

Sansevieria bermotif belang, terutama hijau kuning atau hijau putih, tidak bisa diperbanyak dengan memotong daun. Risikonya, anakan yang dihasilkan berbeda dengan indukan.
Bila tunas muncul dari bagian berwarna hijau, individu baru yang muncul juga hijau.
Risiko busuk lumayan besar, 50%.

Penyebab utama, serangan cendawan dan bakteri lantaran pisau tidak steril, bagian luka tidak terlindung fungisida dan bakterisida, serta media terlalu lembap karena air siraman menggenang. Kendala lain, akar lambat tumbuh sehingga pertumbuhan anakan pun terhambat.

Untuk mempercepat akar tumbuh, membungkus bagian bawah cacahan daun dengan tisu. Posisi cacahan tidak ditanam, tapi dibaringkan di atas media. Lalu disiram secara terus-menerus selama 1 bulan dengan larutan perangsang akar. Setelah akar keluar, baru ditanam di media campuran pasir malang dan sekam bakar. Jika ingin memacu tunas lebih cepat tumbuh dan bongsor, sungkup dengan plastik bening. Pertumbuhan daun baru 2 kali lebih bongsor dibanding tanpa sungkup.

Potong Tahu Sansevieria
Kirkii Coppertone itu dicacah-cacah daunnya membentuk persegi panjang sepanjang 5-7 cm. Lalu ditancap-tancapkan di media pasir hingga mengeluarkan anakan.

Kalau dibiarkan 'bereproduksi' alami paling hanya didapat 1-2 anakan per tahun. Maklum kirkii termasuk jenis yang lamban tumbuh. Makanya ketua Perhimpunan Florikultura Indonesia yang hobiis sansevieria itu mencoba memotong-motong daun kirkii. 'Setek' daun itu lantas dibenamkan di media pasir. Hasilnya dari 1 potong daun muncul.

2-3 anakan sekaligus dalam hitungan bulan
Cara serupa juga dicoba A. Gembong Kartiko, pekebun di Batu, Jawa Timur. Pemilik Sapta Plant & Pottery itu menyebut cara itu sebagai teknik potong tahu. 'Daunnya kan dipotong-potong seperti potongan tahu,' kata Gembong. Caranya, daun kirkii dewasa sepanjang minimal 15 cm dicacah menjadi 5 bagian. Artinya, setiap potong hanya sepanjang 3 cm.

Menyemai di media campuran sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan 1:3. Selama 2 minggu cacahan tidak perlu disiram. Memasuki minggu ke-3 baru siram menggunakan larutan mengandung hormon perangsang tumbuh. Sekitar 3-4 bulan kemudian, tunas baru bermunculan. Setelah 6 bulan pascapencacahan, anakan dengan 4 daun siap dijual.

Teknik cacah pada jenis congo. Potongan daun berukuran 3,5 cm x 3,5 cm atau 5 cm x 5 cm ditanam di media pasir malang dan sekam bakar dengan perbandingan sama. Dalam 4 bulan didapat anakan baru.

Sumber :
http://www.kompensasi-sansevieria.com

PANDUAN LENGKAP BUDIDAYA BUNGA MELATI


Lingkungan tumbuh yang cocok untuk tanaman melati yaitu iklim panas tropik dan lebih disenangi pada tanah yang ringan dan berdrainase baik, kaya bahan organik dengan kelembaban baik. Namun demikian melati juga banyak ditanam pada tanah yang bervariasi jenisnya. Untuk budidaya melati secara komersial diperlukan tanah yang remah, porus, berpasir dan juga kaya bahan organik yang telah terdekomposisi (Pizzetti dan Coaker, 1968).


Umumnya bibit berasal dari stek cabang yang keras, dan setengah keras dengan panjang 5 atau 6 ruas. Bibit melati juga dapat diperoleh dengan cara perundukkan dari cabang basal. Untuk keperluan penanaman secara luas hendaknya dipilih bibit yang sudah mempunyai perakaran baik dan berdaun penuh. Bibit yang baik dapat diperoleh dengan pembibitan yang melalui pendederan di pot kantong plastik (polibag).

SENTRA PENANAMAN

Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah, terutama di Kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal.

SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim
1. Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan, serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah.
2. Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C,
3. Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %.
4. Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.

Media Tanam
1. Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol dan andosol.
2. Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat, aerasi dan drainase baik, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan memiliki.
3. Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5–7.

Ketinggian Tempat
Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. Meskipun demikian, tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Melati putih (J,sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl, sedangkan melati Star Jasmine (J.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.600 m dpl. Di sentrum produksi melati, seperti di Kabupaten Tegal, Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl).


Pembibitan
1. Teknik Penyemaian Benih : Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab.

2. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
2.1. Penyiapan tempat semai:
  • Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag, medium semai (campuran tanah, pasir steril/bersih).
  • Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan.
  • Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.
2.2. Pemeliharaan bibit stek:
  • Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.
  • Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.
  • Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah, pasir dan pupuk organik (1:1:1).
  • Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman, pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.

Pengolahan Media Tanam

1. Pembukaan Lahan
  • Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma), pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah.
  • Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur, kemudian biarkan kering angin selama 15 hari
2. Pembentukan Bedengan : Membentuk bedengan selebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.
3. Pengapuran : Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran, misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}, kapur bakar (Quick lime, CaO)/kapur hidrat (Slakked lime,{Ca(OH)2}. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah, serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.
4. Pemupukan : Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah, kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.

Teknik Penanaman
  1. Penentuan Pola Tanam : Sebulan sebelum tanam, bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60.000 lubang tanam (jarak tanam 1,0 m x 1,5 m), kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit, stratos/asam humus Gro-Mate
  2. Pembuatan Lubang Tanam : Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah.
  3. Cara Penanaman : Jarak tanam dapat bervariasi, tergantung pada bentuk kultur budidaya, kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam, bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1,5 m, sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm, 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.

Pemeliharaan Tanaman
  1. Penjarangan dan Penyulaman : Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman, hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari, saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.
  2. Penyiangan : Pada umur satu bulan setelah tanam, kebun melati sering ditumbuhi rumput-rumput liar (gulma). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari, air dan unsur hara.
  3. Pemupukan : Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg, STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman / sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm, kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan, saat berbunga, sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati, terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P), seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.00) atau sore hari (pukul 15.30-16.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.
  4. Pengairan dan Penyiraman : Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.
  5. Waktu Penyemprotan Pestisida : Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga, zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi, yakni 1,45 kg/ tanaman. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman, terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Konsentrasi yang dianjurkan 3.000 ppm–5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel.
  6. Lain-lain : Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar, kecuali pada beberapa jenis melati, seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati, jenis melati putih (J.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah, sedangkan jenis melati Spnish Jasmine (J. officinale var. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.

PEMANGKASAN

Pemangkasan tanaman pada umumnya dimaksudkan untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lebih baik seperti yang diinginkan. Pemangkasan juga merupakan salah satu komponen dari aspek pemeliharaan tanaman apabila yang dipangkas adalah cabang atau ranting yang sakit atau kering dan juga cabang­ – cabang yang tidak produktif.

Pada tanaman melati, pemangkasan bentuk dilakukan untuk keperluan melati pot atau taman. J. sambac apabila dipangkas bagian cabang dan ranting-rantingnya secara cermat akan terbentuk tanaman yang mempunyai kanopi yang serasi terhadap ukuran pot dan wadahnya dengan jumlah bunga banyak. Demikian pula J. multiflorum dapat dibentuk menjadi tanaman yang tegak berbentuk payung dan penuh bunga dipermukaan kanopinya. Tanaman tersebut menjadi sangat indah dan menarik apabila diletakkan pada posisi yang tepat di dalam suatu taman.

Budidaya melati J. sambac yang tidak produktif karena telah berumur tua dapat dilakukan pemangkasan berat sampai sekitar 1/4 – 1/3 tinggi tanaman aslinya. Dengan pemangkasan berat tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru yang produktif. Agar timbulnya tunas-tunas baru tersebut lebih cepat, pemangkasan tanaman perlu diikuti pengairan secara teratur dan pemberian pupuk secukupnya.

Tanaman J. sambac yang masih produktif, dapat dilakukan pemangkasan pucuk setelah panen bunga selesai. Hal tersebut dimaksudkan untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru lebih cepat sehingga waktu berbunganya lebih awal.

HAMA DAN PENYAKIT

Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit, prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit .

1. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuh-musuh alami hama (parasitoid, perdator, patogen) dengan cara:
  • memasukan, memelihara, memperbanyak, melepaskan musuh alami
  • mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif.
2. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara:
  • penggunaan bibit sehat
  • sanitasi kebun
  • pemupukan berimbang
  • pergiliran tanaman yang baik
  • penggunaan tanaman perangkap,
3. Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem.

Hama

1. Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) :
  • * Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae, Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat).
  • * Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil, misalnya Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .
2. Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) :
  • Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.
  • Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk.
  • Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus, misalnya Decis 2,5 EC, Cascade 50 EC/Lannate L .
3. Thips (Thrips sp) :
  • Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).
  • Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun, terutama daun-daun muda (pucuk).
  • Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP, Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP .
4. Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) :
  • Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan.
  • Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu.
  • Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC.
5. Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) :
  • Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.
  • Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan.
  • Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. unionalis.
6. Hama Lain. :
  • Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). Bergerombol menempel pada cabang, ranting dan pucuk tanaman melati, menyerang dengan cara mengisap cairan sel, sehingga proses fotosintesis (metabolisme).
  • Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus, seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2,5 EC.

Penyakit

1. Hawar daun :
  • Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn.
  • Gejala: menyerang daun yang letaknya dekat permukaan tanah.
2. Hawar benang (Thread Blight) :
  • Penyebab: jamur Marasmiellus scandens (Mass).
  • Gejala: menyerang bagian cabang tanaman melati.
3. Hawar bunga (Flower Blight) :
  • Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Fusarium sp dan Phoma sp,.
  • Gejala: bunga busuk, berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran.
4. Jamur upas :
  • Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu.
  • Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu pada bagian tanaman terinfeksi apnodium sp. dan Meliola jasmini Hansf. et Stev. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata.
5. Bercak daun :
  • Penyebab: jamur Pestaloita sp.
  • Gejala: bercak-bercak berwarna coklat sampai kehitam-hitaman pada daun.
6. Karat daun (Rust) :
  • Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze).
  • Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerah-merahaan dan berbulu. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua.
7. Antraknosa :
  • Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides.
  • Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu, terutama pada bagian daun. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back).
8. Penyakit lain :
  • Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito, penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati, belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku.

PANEN

Ciri dan Umur Panen
Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup / setengah mekar. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan).

Cara Panen
Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore, yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas.

Periode Panen
Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Selanjutnya, produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi

Prakiraan Produksi
Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan, di Jawa Tengah, panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar, sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1.000kg/ha. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1,5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0,7-1 ton/ha/th pada musim kemarau.

PASCAPANEN

Pengumpulan
Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C.

TANAMAN LIDAH MERTUA SI PENYERAP RACUN


Sansevieria atau lidah mertua merupakan salah satu tumbuhan yang mampu menyerap racun (polutan) berbahaya di udara. Tanaman sansevieria atau Lidah Mertua mampu bertindak sebagai pembersih udara dengan menyerap dan menetralisir polutan (racun) dari udara.

Tanaman penyerap racun yang mempunyai bentuk khas dan mudah dikenali ini merupakan sebuah genus dengan nama Sansevieria yang terdiri atas sekitar 70 spesies (jenis).

Selain dikenal dengan Sansevieria, tanaman ini dikenal juga dengan nama lidah mertua atau lidah jin. Nama tumbuhan ini dalam bahasa Inggris, selain dikenal dengan Sansevieria juga dinamai snake plant, mother-in-law´s tongue, devil’s tongue, jinn’s tongue, dan bow string hemp.

Diskripsi Tumbuhan Sansevieria. 
Secara umum sansevieria (lidah mertua) dapat dikelompokkan menjadi dua jenis. Jenis dengan daun pendek (sekitar 8 cm) dan jenis dengan daun panjang (50-70 cm).

Sansevieria memiliki daun yang berwarna beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.

Ciri sansevieria (lidah mertua) secara umum lainnya memiliki rimpang, berdaun tebal, serta ujung daunnya runcing atau berduri. Mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak pada seluruh bagian tubuh. Mampu hidup di daerah yang kering dan tandus sekalipun.

Macam jenis sansevieria bisa mencapai 70 spesies. Bahkan jika termasuk jenis hibrida macamnya bisa mencapai dua kali lipat lebih. Beberapa spesies sansevieria antara lain; Sansevieria angustiflora , S. cylindrica, S. dawei, S. ehrenbergii, S. grandis, S. hyacinthoides, S. kirkii, S. metallica, S. trifasciata, dan lain-lain.

Tumbuhan Penyerap Racun. 
Sansevieria atau lidah mertua merupakan salah satu tanaman istimewa lantaran mempunyai kemampuan sebagai penyerap racun (polutan) di udara. Berbagai jenis racun yang mampu diserap oleh Sansevieria antara lain karbonmonoksida, nikotin, benzene, formaldehyde, trichloroethylene, hingga dioksin.

Berdasarkan penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA; National Aeronautics and Space Administration), sansevieria atau lidah mertua mempunyai kemampuan menyerap hingga 107 jenis unsur berbahaya (racun atau polutan). Riset lainnya menyimpulkan bahwa dengan 5 helai daun sansevieria dewasa mampu menyerap dan membersihkan ruangan seluas 100 m3 dari berbagai jenis polutan.

Manfaat Lain Lidah Mertua. 
Selain sebagai tumbuhan penyerap racun, Sansevieria atau lidah mertua ternyata mempunyai berbagai khasiat lain. Manfaat itu antara lain seperti; penutup luka, antiseptik, obat wasir, cacar, cacing, penyakit mata dan telinga, dan juga sebagai bahan minuman penyegar tubuh. Beberapa jenis sansevieria juga berkhasiat sebagai anti malaria, anticendawan, antikolesterol, sampai antikanker.

Menilik manfaat dan kemampuan sansevieria sebagai tanaman penyerap racun, keknya tumbuhan ini wajib ditanam terutama buat yang tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi. Apalagi tanaman ini dapat juga ditanam di pot dalam ruangan sekalipun.

Klasifikasi ilmiah: 
Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Ordo: Asparagales; Famili: Asparagaceae; Genus: Sansevieria.

Thursday, 26 September 2013

MENGAPA TANAMAN HIAS BERBUNGA PALING DISUKAI

MENGAPA TANAMAN HIAS BERBUNGA PALING DISUKAI
Berdasarkan survei dari teman-teman penghobis tanaman hias.

Ada 6 alasan mengapa suka tanaman hias yang berbunga. Berikut alasannya:


1. Alasan yang paling kuat yaitu: bunga dapat memberikan nuansa kemewahan sehingga akan timbul rasa bangga oleh pemiliknya.


2. Warna yang dikeluarkan oleh kembang memberikan rasa rileksasi bagi yang melihatnya sehingga didapatkan ketenangan hati.


3. Masih mengeni warna yaitu: Jenis warna tertentu menggambarkan akan sikap kepribadian bagi pemiliknya. Misalnya: warna merah maka pemiliknya identik dengan sikap yang berani dan tegas. Warna kuning mewakili sikap keanggunan dan lain sebagainya.


4. Adanya bunga berarti ada harapan untuk mendapatkan buah. Yang tentunya setelah buahnya tua, bisa dapat digunakan sebagai perbanyakan tanamannya.


5. Yang ini alasan bagi para penjual tanaman hias. Katanya sih, jika tanaman yang ada bunganya maka akan lebih cepat laku, kalau bagi saya sih relatif, tergantung trend tanaman hias yang lagi terkenal. Namun secara survei mengatakan begitu.


6. Masih ada hubungannya dengan nomor 5 yaitu: Jika terdapat bunga maka harga jual biasanya dapat di bandrol lebih tinggi. Memang sih sudah terbukti, waktu Anthurium sedang terkenal, karena ada tongkolnya, harganya sampai milyaran rupiah.

BELAJAR MEMBUAT BONSAI POHON BERINGIN

BELAJAR MEMBUAT BONSAI POHON BERINGIN

Ditahun era 80-an, pohon beringin pernah menjadi primadona dikalangan pecinta tanaman hias, termasuk saya, sampai cari-cari dilereng gunung untuk mencari pohon beringin yang bagus.Pohon beringin mempunyai nilai tersendiri karena kelebihannya untuk dibentuk manjadi bonsai yang indah. Bentuk daunnya yang kecil juga memudahkan untuk pembentukkan pola tertentu misalnya bulat seperti yang ada pada gambar disamping. Bagi penghobis yang masih kurang memahami untuk proses pembentukkan bonsai pohon beringin, dibawah ini merupakan cara-cara sederhana yang bisa dilakukan.

1. Tanamlah pohon beringin pada media tanam yang strukturnya padat dan rendah unsur haranya, hal ini dimaksudkan agar tanaman pohon beringin tidak berlebih mandapatkan nutrisi makanan karena jika berlebih maka akan sulit untuk dilakukan proses pembentukkan pada bagian batang.

2. Gunakan kawat stainless kurang lebih berdiameter minimal tiga milimeter. Fungsi kawat yaitu untuk membentuk dahan ke pola tertentu dalam jangka waktu yang tidak terbatas hingga dihasilkan pola yang diinginkan pada saat kawat tersebut dilepas. Cara pemasangan kawat yaitu dengan dililitkan melingkar dari pangkal dahan kearah ujung dahan, hati-hati jangan sampai dahan patah. Proses pelingkaran bisa dibantu menggunakan tang agar hasilnya bisa maksimal. Biasanya setelah kawat dilepas maka pada dahan akan menyisakan bekas lilitan yang menjadikan dahan tersebut unik.


3. Pemupukan: Sering tidak dipahami bahwa pemberian pupuk dasar bukan ditunjukan untuk memacu perkembangan, melainkan demi menjaga kesehatan bonsai. Secara normal, kandungan unsur pupuk bonsai yang biasanya diperlukan yakni nitrogen, fosfor dan potassium.

Nitrogen diperlukan bonsai karena mampu memberikan kesejukan bagi akar sebagai penjaga keseimbangan kadar oksigen di dalam media tanam Sedangkan fosfor berguna sebagai zat senyawa yang dibutuhkan bagi kesehatan perkembangan tanaman dan kegunaan bagi potassium bagi bonsai adalah sebagai pelengkap sinergi antara nitrogen dan fosfor. Selain pupuk juga bisa ditambahkan nutrisi atau vitamin untuk menambah kesehatan tanaman bonsai. Pemberian pupuk sebaiknya diberikan secara bijak agar fungsi utama untuk menjaga nutrisi tanaman cukup namun tidak berlebihan karena jika berlebihan akan mendorong percepatan pertumbuhan pohon beringin yang biasanya diharapkan para penghobis tetap kerdil.

4. Lakukan pemangkasan secara berkala pada daun pohon beringin. Pemangkasan ini akan membuat bentuk bonsai menjadi lebih hidup dan cantik.

OK, selamat mencoba untuk membuat bonsai pohon beringin, bisa juga diaplikasikan untuk beberapa jenis tanaman bonsai yang lainnya.

TANAMAN HIAS PAKIS YANG BERDURI BANYAK

TANAMAN HIAS PAKIS YANG BERDURI BANYAK
Tanaman hias pakis merupakan tanaman dengan jenis akar serabut. Jenis tanaman ini mempunyai susunan daun yang sangat kompak, dan hal tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi pecinta tanaman hias.

Namun ada beberapa hal yang harus kita ketahui agar pada saat berencana untuk membeli ataupun pada saat perawatan tidak ada kendala. Hal tersebut antara lain:

1. Tanaman pakis mempunyai duri yang banyak, baik pada daun hingga pada batang. Namun yang paling penting untuk diketahui adalah kandungan sejenis getah yang terdapat pada ujung-ujung duri tersebut yang jika duri tersebut mengenai badan maka akan terasa gatal bahkan bisa sampai pembengkakan untuk jenis kulit yang sensitif. Getah ini tidak dapat dihilangkan sehingga pertimbangkan secara sungguh-sungguh pada saat akan beli tanaman hias jenis pakis karena harganya cukup lumayan mahal.
2. Masih berkaitan dengan duri yaitu pada saat akan dilakukan reporting, akan terjadi kesulitan pada saat tangan memegang tanaman pakis. Jika tidak hati-hati dapat terluka tertusuk duri. Bila harus melakukan juga, gunakan sarung tangan karet sebagai alat safety agar tidak terluka

3. Karena jenis akarnya serabut maka akar tersebut sering digunakan untuk rumah semut. Yang pengaruhnya tentu saja pada kesehatan tanaman dan juga disekitar tanaman mudah ditemukan semut sehingga menjadi kotor.

4. Masalah ini yang paling dibenci penghobis. Tanaman pakis sering terserang oleh ulat bulu. Tidak tanggung-tanggung terkadang hingga ratusan jumlahnya. Selama daun pakis masih ada maka ulat masih akan menyerang. Ulat ini sebenarnya berasal dari telur kupu-kupu yang bermigrasi dari tempat yang satu ke tempat yang lain kemudian bertelur di tanaman. Untuk pencegahan dan mengatasi serangan ulat, cukup semprotkan insektisida keseluruh tanaman

HAMA KUTU PUTIH PADA TANAMAN HIAS ADENIUM

HAMA KUTU PUTIH PADA TANAMAN HIAS ADENIUM
Hama kutu putih pada adenium

Kutu putih merupakan jenis hama yang sering menyerang tanaman hias Adenium.Terjangkitnya tanaman adenium oleh hama kutu putih ditandai dengan adanya selaput-selaput berwarna putih yang berfungsi sebagai rumah kutu pada daun bagian bawah. Tingkat bahayanya jenis hama kutu putih ini cukup tinggi namun jika penanganannya dapat dilakukan dengan cepat maka kemungkinan tanaman untuk kembali sehat lebih besar. Berikut ini merupakan cara mengatasi hama kutu putih pada tanaman hias adenium.


1. Gunakan Insektisida cair. Karena enyakit yang menyerang berupa hewan maka bahan pembasmi yang tepat digunakan yaitu insektisida cair. Insektisida cair yang disemprotkan ke kutu putih secara langsung maka akan membuat kutu putih tersebut langsung mati. Cara ini baik digunakan untuk jumlah kutu putih yang masih sedikit dan tetap mempertahankan kondisi daun dan batang tanaman tanpa harus dipotong.

2. Potong daun dan batang. Pembasmian hama kutu putih dengan memotong daun dan hama biasanya dilakukan jika kondisi kutu putih terlalu banyak (seperti gambar diatas), hal tersebut dilakukan karena kondisi batang dan daun telah rusak dan jika dipertahankan maka pucuk daun muda akan tumbuh cacat dan mudah terserang penyerang kutu putih. Cara ini banyak dipakai oleh para penghobis karena lebih efektif. Untuk lebih memastikan kutu putih telah punah maka sebaiknya gunakan insektisida untuk menyemprot batang dan daun yang tersisa di tanaman adenium.

3. Ganti media tanam. Mengapa cara ini termasuk solusi untuk membasmi kutu putih? Yaitu karena kutu putih biasanya berlindung dan berkembang biak dimedia tanam. Terutama media tanam yang tidak higienis. Penggantian media tanam selain membuat kutu putih kehilangan rumah untuk berkembang biak, juga kondisi akar akan lebih leluasa untuk menyerap sari makanan yang akan disupply ke daun untuk dilakukan fotosintesis.

4. Pindahkan tanaman ke lingkungan yang sehat. Tanaman mudah terserang penyakit karena kondisi tanaman kurang prima. Untuk menjaga kondisi kesehatan tanaman tetap baik, pastikan lingkungan disekitar tanaman dalam kondisi sehat dan cukup menyediakan oksigen dan cahaya matahari. Namun jika kondisi tanaman telah diserang penyakit kutu putih maka gunakanlah cara seperti ketiga cara diatas baru kemudian pastikan lingkungannya baik.
seperti yang disarikan dari : ilmuflora.com

Pot Gerabah Untuk Tanaman Hias dan Bonsai

Pot Gerabah Untuk Tanaman Hias dan Bonsai
Berbagai Macam Pot Tanaman Hias
dan Pot Bonsai dari Gerabah

Pot Gerabah Untuk Tanaman Hias dan Bonsai
Berbagai macam jenis pot tanaman hias dan bonsai, baik dari plastik, semen, beton ataupun gerabah yang paling baik sebagai pot atau tempat menanam bonsai dan tanaman hias yaitu pot yang berbahan gerabah atau tanah.


Berbagai Macam Jenis Pot Bonsai

Dimana kita bisa membeli atau mendapatkan pot gerabah, tentunya tidak sulit. Misalnya saja di Kasongan, Bantul, Yogyakarta dan di Bayat, Klaten, Jawa Tengah terdapat sentra pembuatan kerajinan gerabah pot tanaman hias dengan berbagai macam jenis dan ukuran. Anda juga bisa membeli dan memesan pot bonsai sesuai keinginan ukuran dan bentuk yang diinginkan

Berikut Berbagai Macam Pot Dari Gerabah:


Macam dan Jenis Pot Bonsai dari Gerabah

Pot Tanaman Hias Dan Bonsai Gerabah Kasongan dan Bayat

Friday, 12 July 2013

Video Proses Pruning Bonsai


Video Memilih Ranting dan Daun Saat Proses Pruning Bonsai
Untuk melakukan pemangkasan atau Pruning Bonsai yang perlu Anda ketahui yaitu memilih bagian batang atau ranting serta daun yang tidak berguna. 

Yang perlu dilakukan yaitu potong atau pruning bagian yang tidak memiliki ranting yang baik atau daun yang baik. Proses Pruning Bonsai ini dilakukan dilakukan bertujuan untuk penghilangan bagian tanaman,sedangkan dalam proses pemangkasan dahan tanaman, bagian tanaman yang dihilangkan atau di pangkas ialah bagian dahan atau ranting pada bakalan bonsai. Terdapat juga cara yang dilakukan dengan tekinik atau tipe-tipe pemangkasan bonsai dengan baik dan benar sesuai tipe pemangkasan.

Simak video proses pruning bonsai atau pemangkasan bonsai berikut



MENGENAL TANAMAN HIAS SENTE

MENGENAL TANAMAN HIAS SENTE

Tanaman Sente Hijau

Tanaman Sente sebenarnya tidaklah mudah untuk mengenalinya. Namun masih ada yang bertanya tentang jenis tanaman ini, mungkin karena ada mitos bahwa jenis sente hijau dapat mengusir setan model kuntilanak he he he. Mitos saja itu, tapi kalau benar juga gak apa-apa. Untuk mengenali jenis tanaman sente cukup diperhatikan hal-hal berikut.

1. Tanaman sente merupakan spesies tanaman jenis talas-talasan, tidak jauh beda dengan tanaman talas yang biasa dikonsumsi. Namun tekstur dan bentuknya jauh lebih gagah dan menarik.

2. Bentuk daun kaku dan tebal. pada permukaan daun mempunyai tekstur acak yang terlihat bergelombang. Terutama untuk jenis tanaman sente hitam. Pada sente hitam tekstur daun merupakan hal yang paling diminati oleh penghobi tanaman.

3. Sisi daun membentuk lapisan garis tipis. Biasanya ada dua tekstur yaitu bergelombang dan lurus. Pada sisi ini juga membentuk gelombang hingga mengarah ke pusat daun sesuai dengan bentuk tulang daun yang ada.

4. Pada posisi daun mudah, posisi daun mendongak keatas dan daun lurus terhadap batang daun. Namun sejalan dengan umur daun yang menua, maka lama-kelamaan posisi daun merebah kearah bawah seperti halnya pohon talas pada umumnya.

5. Untuk saat ini pohon sente yang terkenal ada dua macam yaitu sente hijau dan sente hitam. Namun untuk soal harga, sente hitam lebih mahal. Disamping warna hitamnya yang lebih kontras, kondisi permukaan daunnya yang bergelombang menjadikan daya tarik tersendiri bagi sente hitam dibandingkan dengan jenis sente lainnya.


Kelima ciri-ciri tersebut semoga dapat memberikan gambaran tentang seperti apa tanaman sente yang akhir-akhir ini sudah sulit ditemui. Karena sudah mulai langka maka bagi yang masih punya sebaiknya tetap dirawat karena suatu saat harganya akan sangat mahal seperti halnya musim Anthurium pada beberapa tahun kemarin.

Tanaman Bugenvil dan bunganya

KEUNIKAN TANAMAN HIAS BUGEN

Tanaman hias Bugenvil merupakan jenis tanaman yang pernah populer pada era tahun 90-an. Daya tarik yang paling kuat pada bunganya yang bisa warna-warni pada satu pohon. Tanaman hias jenis ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh tanaman hias lain. Keunikan tersebut antara lain.

1. Bunganya bisa berubah warna. Secara umum, warna bunga bugenvil telah terbentuk sejak kemunculan bunga. Namun pada kondisi tertentu, bunga bugenvil bisa berubah warna yaitu dari warna putih menjadi warna lain. Biasanya hal ini terjadi pada tanaman yang dilakukan penyetekan. Perubahan warna bunga tersebut karena adanya transformasi gen pada batang dengan jenis yang berbeda karena hasil penyetekan.

2. Mampu dilakukan penyetekan hingga bertumpuk tumpuk pada satu batang. Hasilnya juga akan memberikan keunikan tersendiri. Biasanya bila berbunga maka akan nampak bentuk pola tampilan yang berbagai warna yang tersusun secara acak.Penyetekan tanaman hias jenis ini relatif mudah dibandingkan dengan tanaman jenis adenium.

3. Pengembangan tanaman bugenvil dapat dilakukan dengan cara kultur jaringan. Biasanya cara ini dilakukan untuk menadapatkan jenis warna bunga baru. Hingga saat ini warna bunga bugenvil telah terdiri dari empat warna yaitu putih, merah, ungu dan kuning.

4. Bunga bugenvil mampu bertahan hingga tiga minggu sedangkan tanaman jenis lain daya tahan bunganya biasanya hanya mencapai dua minggu. Hal tersebut terjadi karena bentuk bunga bugenvil yang berupa lembaran tipis sehingga faktor dehidrasi akibat cuaca lebih sedikit dibandingkan dengan jenis bunga lain.

Hingga saat ini, tanaman bugenvil masih manjadi tanaman hias yang cukup digemari, terutama karena tampilan bunganya yang bagus dan harganya murah. Namun hingga saat ini, warna bunga bugenvil masih terdiri empat warna yang telah disebutkan diatas. Jika ditemukan jenis warna baru, kemungkinan harga jualnya akan naik.

PENYEBAB TANAMAN HIAS ADENIUM TIDAK BERBUNGA


PENYEBAB TANAMAN HIAS ADENIUM TIDAK BERBUNGA
Adenium merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak digemari dari sisi bunganya. Namun jika adenium yang kita rawat sulit untuk berbunga, tentu saja akan menimbulkan kekecewaan yang ujung-ujungnya tanaman adenium tersebut ditelantarkan dan akhirnya mati deh he he he. Namun sebaiknya pada saat menemukan kondisi seperti itu, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal yang biasanya menyebabkan sulitnya tanaman hias adenium sulit berbunga.

1. Tanaman hias jenis adenium tidak menyukai media yang mengandung banyak air. Jumlah air yang terlalu banyak menyebabkan akar tanaman tidak dapat bernafas dan lama-kelamaan terjadi pembusukkan, akhirnya berpengaruh pada menurunnya kemampuan tanaman untuk mengeluarkan bunga.

2. Kondisi penempatan tanaman terlalu rindang. Tanaman hias adenium memerlukan setidaknya tujuh jam terkena sinar matahari langsung. Jika kurang mandapat sinar matahari, kecenderungan tanaman adenium akan memproduksi daun sehingga potensi munculnya bunga juga berkurang.

3. Tanaman kurang pemupukan. Tanaman hias jenis apapun sebaiknya dalam jangka tertentu diberi pupuk agar nutrisi pada media tanam tercukupi. Unsur pupuk yang digunakan untuk merangsang munculnya bunga yaitu Fosfor (P). Gunakan pupuk dengan kandungan Fosfornya sebagai komposisi tertinggi agar proses pembungaan cepat terjadi.

4. Jumlah daun pada batang tanaman hias adenium terlalu banyak. Jumlah daun yang terlalu banyak akan menyebabkan beban untuk kebutuhan nutrisi meningkat sehingga proses pemunculan bakal kembang tidak terjadi. Cara mengurangi jumlah daunnya yaitu cukup daun tersebut dipetik dan sisakan beberapa daun saja. Atau bisa juga dengan cara dilakukan pemangkasan. Biasanya setelah pemangkasan akan muncul cabang baru dan setelah kemunculan daun ke lima maka bakl kembang akan muncul.

Sebenarnya masih ada faktor lain lagi seperti jenis tanaman hias adeniumnya. Karena biasanya jenis adenium yang hybrid akan lebih mudah untuk mendapatkan bunga tanpa harus melakukan perawatan seperti beberapa hal diatas.

MEDIA TANAM YANG BAIK UNTUK TANAMAN HIAS

MEDIA TANAM YANG BAIK UNTUK TANAMAN HIAS
Artikel ini saya tulis berdasarkan keluhan dari teman-teman karena tanaman hiasnya mati setelah dilakukan repotting. Setelah saya selidiki ternyata media tanam yang digunakan sudah terkena bibit penyakit, yang akhirnya bibit penyakit tersebut menyerang tanaman hias sehingga sakit, dan jika dibiarkan terus maka tanaman hias akan mati. Untuk mencegah hal tersebut terjadi! Dibawah ini merupakan ciri-ciri untuk mengenali media tanam yang baik pada saat akan membeli media tanam yaitu:

1. Media tanam kondisinya kering. Kondisi media tanam yang basah membuat mikroba, jamur, bakteri dan virus tumbuh subur. Akibatnya adalah tanaman yang ditanam akan diserang penyakit, jika kondisinya kuat maka akan tetap hidup namun jika kondisi jenis tanamanya lemah maka sudah pasti tanaman akan mati.

2. Media tanam dibungkus plastik transparan. Plastik yang tidak tembus cahaya membuat kondisi dalam bungkusan menjadi lembab sehingga jamur mudah tumbuh. Belilah media tanam yang dibungkus dengan plastik transparan yang tebal sehingga tetap terjaga kondisinya.

3. Media tanam ditempatkan dinaungan. Media tanam yang terkena hujan dan matahari langsung sangat tidak bagus. Hampir pasti bibit penyakit telah ada didalamnya sehingga jika digunakan untuk menanam akibatnya akan sangat mengganggu kesehatan tanaman.

4. Media tanam mengandung komposisi yang seimbang. Komposisi media tanam sangat menentukan pertumbuhan tanaman. Jangan sampai menggunakan media tanam yang rendah kandungan air untuk tanaman yang perlu banyak air ataupun sebaliknya. Kondisi pupuk juga harus seimbang, karena jika kebanyakkan tanaman bisa sakit.

5. Media tanam yang menggunakan campuran pupuk dari kotoran hewan harus dalam kondisi tidak menggumpal. Kotoran hewan yang menggumpal membuat kondisi media tanam terlalu panas buat akar tanaman yang akibatnya akar tanaman bisa membusuk.

Itulah yang harus diperhatikan pada saat membeli media tanam. Jika media tanam merupakan buatan sendiri maka hal tersebut tetap berlaku. Jika perlu jemur dahulu media tanam untuk memastikan media tanam steril.